HADITS 7
Hadits yang ketujuh dari kumpulan Arba'in Nawawiyah adalah hadits dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Dari raḍiyallāhu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"Ad-dīn an-naṣīḥah."
Kami bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Lillāh, wali-kitābihi, wa li-rasūlihi, wa li-a'immatil-muslimīn, wa 'āmmatihim.”
(HR. Muslim)
Artinya: "Agama itu adalah nasihat." Rasulullah ﷺ mengucapkan kalimat ini tiga kali. Lalu para sahabat bertanya: "Untuk siapa nasihat itu, ya Rasulullah?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan untuk seluruh umat Islam secara umum."
Para muhibbin rahimakumullah, kata nasihat secara bahasa berarti menempatkan kebaikan kepada orang yang dinasihati. Artinya, apabila kita berbuat sesuatu yang membuat orang lain menjadi baik — baik dalam urusan dunia maupun akhirat — maka perbuatan itu disebut nasihat.
Contoh sederhana: orang yang sakit diberi suntikan oleh dokter dan menjadi sembuh, maka dokter itu sebenarnya telah memberi nasihat dengan tindakannya. Orang yang kelaparan lalu kita beri makan hingga kenyang, itu juga adalah bentuk nasihat. Jadi nasihat itu tidak terbatas hanya pada ucapan, tetapi mencakup segala sesuatu yang menempatkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadits Qudsi bersabda:
"Aḥabbu 'ibādati ‘abdī ilayya an-naṣīḥah."
"Ibadah yang paling Aku sukai dari hamba-Ku adalah nasihat."
Artinya, perbuatan yang menempatkan kebaikan kepada orang lain adalah ibadah yang sangat dicintai oleh Allah.
Kemudian sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, nasihat itu untuk siapa?" Maka Rasulullah menjawab:
1. Lillah – Untuk Allah.
Apa maksudnya nasihat kepada Allah? Ulama menjelaskan bahwa maknanya adalah:
Beriman kepada Allah dengan sungguh-sungguh bahwa Dia Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Perkasa, Maha Adil, dan Maha Bijaksana.
Menetapkan bahwa Allah tidak memiliki sekutu.
Mensifati Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan dan keindahan.
Menyucikan Allah dari segala kekurangan dan cela.
Apabila kita benar-benar beriman bahwa Allah Maha Bijaksana, maka hidup kita akan menjadi tenang dan bahagia. Apa pun yang terjadi — entah itu rezeki yang sedikit, musibah, atau hal-hal yang tidak menyenangkan — kita akan tetap menerima dengan lapang dada, karena semuanya berasal dari Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.
Musibah, bila diyakini datang dari Allah yang Maha Bijaksana, tidak akan membuat hati kita gelisah. Namun bila kita stres, mengeluh, atau marah ketika ditimpa musibah, itu adalah tanda kurangnya iman kita kepada kebijaksanaan Allah.
Termasuk bentuk nasihat kepada Allah adalah:
Melaksanakan perintah-Nya.
Menjauhi larangan-Nya.
Tidak rela dan tidak mendukung kemaksiatan.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa keridhaan terhadap kemaksiatan adalah bagian dari maksiat itu sendiri. Misalnya:
Kita tidak ikut berjudi, tapi senang melihat orang lain berjudi — itu tetap bagian dari maksiat.
Kita tidak melakukan zina, tapi mendukung perzinaan — itu berarti kita ridha terhadap zina, dan itu juga berdosa.
Kita tidak melakukan syirik, tapi rela atau senang terhadap perbuatan syirik — itu artinya kita terjatuh dalam syirik secara tidak langsung.
Maka tidak boleh kita mendoakan orang kafir yang meninggal dengan doa: “Semoga dirahmati oleh Allah,” karena itu menunjukkan bahwa kita ridha terhadap kekufuran. Ridha terhadap kekufuran adalah kekufuran itu sendiri.
…berarti kita ridha dengan kekafiran. Ridha dengan kekafiran adalah bentuk dari kekafiran itu sendiri.
Para muhibbin rahimakumullah, maka dari itu tidak boleh seorang muslim mendoakan orang kafir yang telah meninggal dunia dengan doa rahmat. Tidak boleh kita mengatakan "semoga dia dirahmati Allah" karena orang kafir tidak akan mendapat rahmat dari Allah selama ia mati dalam keadaan kafir. Maka termasuk bagian dari an-nashihah lillah adalah tidak ridha terhadap kekafiran, kesyirikan, dan kemaksiatan.
Termasuk bentuk nasihat kepada Allah adalah menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketika seorang hamba menjalani hidupnya sesuai dengan syariat yang ditetapkan oleh Allah, maka itu adalah bentuk kesetiaan dan kecintaan kepada Allah, sekaligus bentuk nasihat kepada Allah.
Nasihat kepada Allah juga mencakup keyakinan bahwa seluruh sifat Allah adalah sempurna. Allah Maha Mengetahui, Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Bijaksana, dan tidak ada satu pun kekurangan dalam sifat-sifat-Nya. Kita tidak boleh menyandarkan sifat-sifat yang tidak layak kepada Allah, seperti mengatakan bahwa Allah zalim, atau menyamakan Allah dengan makhluk. Semua ini adalah bentuk kebodohan yang bertentangan dengan konsep nasihat kepada Allah.
Para muhibbin rahimakumullah, ketika hati kita penuh dengan keyakinan terhadap keesaan dan kesempurnaan Allah, maka kehidupan kita akan menjadi tenang. Apapun yang Allah tetapkan kepada kita — baik itu berupa nikmat maupun musibah — akan kita terima dengan ikhlas dan lapang dada. Kita yakin bahwa semua keputusan Allah adalah bentuk kebaikan yang tidak selalu tampak di mata manusia, tetapi pasti mengandung hikmah yang besar.
Demikianlah penjelasan tentang makna nasihat kepada Allah dalam hadits Rasulullah ﷺ:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ. قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
“Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin.” (HR. Muslim)
النصيحة لكتاب الله
Para muhibbin rahimakumullah, bagian kedua dari hadits ini adalah nasihat untuk Kitab Allah, yakni Al-Qur’anul Karim. Apa makna "nasihat untuk Kitab Allah"?
Nasihat untuk Al-Qur’an mencakup banyak hal, di antaranya:
Mengimani bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah
Yakni benar-benar meyakini bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, bukan ciptaan manusia. Ia adalah petunjuk yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagaimana Allah berfirman:
“ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ”
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tadabbur
Nasihat kepada Al-Qur’an berarti kita membacanya dengan benar, merenungi maknanya, dan tidak memperlakukannya sekadar sebagai bacaan ritual. Bahkan, membaca Al-Qur’an dengan memahami kandungan maknanya termasuk bentuk penghormatan tertinggi kepada Kalamullah.Mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an
Tidak cukup hanya membaca atau menghafalnya. Nasihat kepada Kitab Allah adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Menjadikan halal haramnya sebagai standar, dan syariatnya sebagai jalan yang ditempuh dalam segala urusan.Membela Al-Qur’an dari penyelewengan makna
Termasuk nasihat kepada Al-Qur’an adalah menjaga kehormatan dan keasliannya, serta membela dari setiap bentuk penyimpangan tafsir dan manipulasi makna yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat.Mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain
Termasuk bentuk nasihat adalah menyebarkan Al-Qur’an, mengajarkan bacaan dan tafsirnya, serta membimbing umat agar mengenal ajaran yang terkandung di dalamnya.Tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai alat duniawi
Seorang yang benar dalam nasihat kepada Al-Qur’an tidak akan menjadikan Al-Qur’an sebagai sarana mencari keuntungan dunia, pujian, atau popularitas. Al-Qur’an adalah petunjuk untuk mencari keridhaan Allah, bukan sarana untuk riya' atau pamer.
Para muhibbin rahimakumullah, orang yang menasihati Kitab Allah akan senantiasa dekat dengan Al-Qur’an. Dia akan memuliakannya, menyimpannya dalam hati, dan menerapkan tuntunannya dalam hidup. Ia yakin bahwa Al-Qur’an adalah cahaya yang membimbing, penyembuh bagi hati, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ"
"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Inilah hakikat dari nasihat kepada Kitab Allah — bukan hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai hiasan di rumah atau bacaan saat tahlilan, tetapi benar-benar hidup bersama Al-Qur’an sebagai pedoman.
النصيحة لرسول الله ﷺ
Para muhibbin rahimakumullah, bagian ketiga dari hadits ini menyebutkan bahwa nasihat kepada Rasulullah ﷺ merupakan bagian penting dari agama.
Apa makna “nasihat kepada Rasulullah ﷺ”?
Maknanya adalah:
1. Meyakini Kenabian dan Risalahnya secara sepenuhnya
Nasihat kepada Rasulullah ﷺ dimulai dengan keyakinan sepenuh hati bahwa beliau adalah utusan Allah yang terakhir, pembawa kebenaran, dan teladan bagi umat manusia.
Allah berfirman:
“مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ”
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi." (QS. Al-Ahzab: 40)
2. Mencintai Rasulullah ﷺ melebihi kecintaan terhadap siapa pun
Nasihat kepada beliau berarti menjadikan beliau sebagai sosok yang paling kita cintai setelah Allah. Bahkan dalam hadits disebutkan:
"Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian, hingga aku lebih dia cintai daripada dirinya sendiri, anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)
Cinta itu dibuktikan dengan ketaatan, pengorbanan, dan kerinduan kepada beliau.
3. Mengikuti Sunnah dan Petunjuk Rasulullah ﷺ
Nasihat kepada beliau berarti mengikuti jejak langkah dan sunnahnya dalam semua aspek kehidupan. Tidak boleh kita memilih sebagian sunnah dan meninggalkan yang lain, apalagi menggantinya dengan budaya yang bertentangan.
Allah memerintahkan:
“وَمَا آتَاكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا”
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)
4. Membela kehormatan Rasulullah ﷺ
Di era modern ini, di mana banyak penghinaan terhadap pribadi Rasulullah ﷺ, maka nasihat kepada beliau juga berarti membela kehormatan beliau, menyanggah tuduhan-tuduhan dusta, serta menampakkan kemuliaan akhlaknya kepada dunia.
5. Membaca dan mengamalkan hadits-hadits beliau
Sebagian kaum muslimin melalaikan hadits Nabi ﷺ. Padahal, hadits adalah penjelas Al-Qur’an. Menasihati Rasul berarti menghormati, mempelajari, dan mengamalkan sabda-sabdanya.
6. Bershalawat kepada beliau dengan hati yang penuh cinta
Termasuk bentuk nasihat adalah memperbanyak sholawat kepada beliau. Allah dan para malaikat bershalawat kepadanya, dan Allah memerintahkan kita untuk melakukannya:
“إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا”
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
النصيحة لأئمة المسلمين – nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin
النصيحة لعامة المسلمين – nasihat kepada sesama kaum muslimin secara umum
النَّصِيحَةُ لِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ
Nasihat kepada pemimpin umat Islam (baik pemimpin agama maupun pemimpin negara) merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.
Makna nasihat kepada para pemimpin ini mencakup:
1. Mendoakan kebaikan untuk mereka
Para ulama salaf sering menasihati umat agar mendoakan para pemimpin, bukan mencela mereka.
Imam al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata:
“Seandainya aku tahu bahwa aku punya satu doa yang mustajab, maka akan kuperuntukkan untuk pemimpin.”
Mengapa? Karena kebaikan seorang pemimpin akan berdampak luas pada umat. Doa untuk pemimpin adalah bentuk cinta kepada umat.
2. Mengingatkan mereka dengan cara yang baik jika melakukan kesalahan
Nasihat kepada pemimpin bukan berarti menjelekkan atau membongkar aibnya di depan umum. Tetapi mengingatkan dengan hikmah dan adab, sebagaimana diajarkan oleh Nabi ﷺ.
Diriwayatkan dari ‘Iyadh bin Ghanm, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa ingin menasihati penguasa, maka jangan dilakukan secara terang-terangan. Tapi, ambillah tangannya dan berikan nasihat empat mata. Jika diterima, maka itu yang terbaik. Jika ditolak, maka dia telah melaksanakan kewajibannya." (HR. Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim)
3. Tidak memberontak selama tidak tampak kekufuran yang nyata
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Dengarlah dan taatilah pemimpin kalian, walaupun punggungmu dipukul dan hartamu diambil, selama tidak dalam hal maksiat." (HR. Muslim)
Taat kepada pemimpin adalah bagian dari menjaga persatuan dan stabilitas umat. Namun bila pemimpin mengajak pada kekufuran yang jelas, maka saat itulah umat boleh menolak, dengan syarat dan aturan yang telah ditetapkan dalam syariat.
4. Menyampaikan saran, kritik dan panduan dengan adab dan ilmu
Kritik terhadap kebijakan publik boleh disampaikan, tapi harus didasari ilmu, adab, dan niat ikhlas, bukan karena ambisi politik atau kebencian pribadi.
النَّصِيحَةُ لِعَامَّةِ الْمُسْلِمِينَ
Nasihat terakhir adalah kepada seluruh umat Islam — baik tetangga, teman, kerabat, atau siapa pun dari kalangan kaum muslimin.
Makna nasihat kepada sesama muslim mencakup:
1. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan
Allah berfirman:
“وَتَوَاصَوْا بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِٱلصَّبْرِ”
"Dan mereka saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran." (QS. Al-‘Ashr)
Nasihat ini mencakup dakwah, bimbingan, dan saling menegur dalam kebaikan.
2. Menjaga hak-hak saudara muslim
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam..." Di antaranya: bila dia sakit, jenguklah; bila meninggal, ikutilah jenazahnya; bila bersin dan memuji Allah, doakanlah; dan seterusnya. (HR. Muslim)
Termasuk nasihat adalah menunaikan hak-hak sosial dan ukhuwah antar sesama muslim.
3. Tidak menipu dan tidak menyakiti sesama muslim
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami." (HR. Muslim)
Nasihat berarti tidak mengkhianati, tidak merugikan, dan tidak menghasut sesama muslim.
4. Saling menolong dalam urusan agama dan dunia
Nasihat kepada sesama muslim juga bermakna membantu mereka dalam kebutuhan dunia (mencarikan pekerjaan, memberi bantuan, menguatkan saat musibah), maupun dalam urusan agama (mengajari shalat, membaca Qur’an, dll.).
Penutup Hadits: Din adalah Nasihat
Hadits ini menjadi prinsip penting dalam Islam:
Bahwa agama Islam dibangun di atas kepedulian, kasih sayang, dan saling menasihati dengan niat yang tulus.
Nasihat bukan sekadar “menegur” orang lain, tetapi mencakup:
ketulusan hati,
keinginan agar orang lain mendapat kebaikan,
serta penyampaian yang lembut dan penuh kasih.
Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang mampu menasihati dengan hati, menyampaikan dengan hikmah, dan menerima dengan lapang dada.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
معنى النصيحة في هذا الحديث هو الإخلاص وإرادة الخير. فالنصيحة هنا تعني أن يكون المسلم صادقًا ومخلصًا في معاملاته مع الله وكتابه ورسوله وأئمة المسلمين وعامتهم. وهذا الإخلاص يظهر في الحرص على ما ينفعهم والسعي لتحقيق ما فيه صلاحهم وخيرهم.
وقد فسر العلماء النصيحة بأنها ليست مجرد قول، بل تشمل الحب الصادق والرغبة في الخير والعمل لما فيه مصلحة الآخرين.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, berbunyi:
Terjemahan Hadits:
“Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Agama adalah nasihat.’ Kami bertanya: ‘Untuk siapa?’ Beliau bersabda: ‘Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan untuk umat muslim secara umum.’” (HR. Muslim)
Penjelasan Hadits:
Hadits ini menunjukkan bahwa nasihat (nasehat atau keikhlasan dalam menginginkan kebaikan) adalah inti dari agama Islam, sebagaimana disebutkan oleh para ulama. Kata "nasihat" dalam hadits ini memiliki makna yang luas, yaitu ingin dan berusaha memberikan yang terbaik kepada objek yang disasarnya.
1. Nasihat untuk Allah: Nasihat untuk Allah berarti memiliki ketulusan dalam keimanan, ketaatan kepada-Nya, dan beribadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya. Termasuk juga mengimani semua sifat-sifat Allah yang sesuai dengan keagungan dan kesucian-Nya. Dalam Al-Qur'an disebutkan:
> "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaatinya." (QS. Al-Bayyinah: 5)
2. Nasihat untuk Kitab-Nya (Al-Qur'an): Nasihat untuk Al-Qur'an berarti kita harus menghormati, membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi dari Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat manusia, maka kewajiban kita adalah menjadikannya sebagai pedoman hidup.
> "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus." (QS. Al-Isra’: 9)
3. Nasihat untuk Rasul-Nya: Nasihat untuk Rasulullah berarti mengikuti ajarannya, mencintainya, meneladani perilakunya, dan menjauhi hal-hal yang beliau larang. Rasulullah adalah suri teladan yang sempurna bagi umat Islam, sebagaimana firman Allah:
> "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab: 21)
4. Nasihat untuk Para Pemimpin Kaum Muslimin: Nasihat kepada para pemimpin umat Islam berarti mendukung mereka dalam kebaikan, mengingatkan mereka dengan cara yang baik ketika mereka berbuat salah, dan mendoakan kebaikan bagi mereka. Ini adalah wujud ketaatan kita pada mereka dalam hal kebaikan.
> “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 59)
5. Nasihat untuk Umat Muslim secara Umum: Nasihat kepada umat Islam berarti kita saling menasihati dalam kebaikan, menjaga ukhuwah Islamiyah, saling menolong dalam hal kebajikan, dan mengingatkan jika ada yang berbuat kesalahan.
> "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-Asr: 1-3)
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
1. Nasihat kepada Allah: Mencintai Allah dengan sepenuh hati, menunaikan kewajiban seperti shalat, puasa, dan menghindari perbuatan syirik atau maksiat. Misalnya, seseorang tetap menjaga shalatnya meskipun dalam kesibukan atau kondisi sulit.
2. Nasihat kepada Al-Qur'an: Membaca dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an setiap hari dan menerapkan ajarannya. Misalnya, seorang Muslim rutin membaca Al-Qur'an dan berusaha mengamalkan nilai-nilai seperti kejujuran dan kesabaran.
3. Nasihat kepada Rasul-Nya: Mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah seperti mengucapkan salam, membantu tetangga, serta berakhlak baik kepada sesama. Misalnya, seseorang menyambut tamu dengan ramah, sesuai tuntunan Rasulullah.
4. Nasihat kepada Pemimpin: Mendoakan kebaikan untuk para pemimpin, mengingatkan mereka dengan bijak jika terjadi kesalahan, serta mendukung kebijakan yang bermanfaat bagi umat. Misalnya, jika ada pemimpin yang memimpin dengan adil, masyarakat menghormatinya dan mendoakan kebaikan.
5. Nasihat kepada Sesama Muslim: Saling menasihati dalam kebaikan, seperti mengingatkan teman untuk menunaikan shalat atau memberikan dukungan kepada yang membutuhkan. Misalnya, seseorang mengajak teman-temannya untuk mendirikan shalat berjamaah atau bersedekah.
Hadits ini mengajarkan bahwa setiap umat Islam memiliki tanggung jawab untuk saling memberi nasihat dan kebaikan sesuai kemampuan. Ini bukan hanya wujud keikhlasan dalam beragama, tetapi juga kunci dalam menjaga keharmonisan sosial umat Islam.
Makna nashîhah (النصيحة) dalam hadits ini mencakup makna luas yang berarti "kemurnian hati," "ketulusan," atau "keinginan baik." Dalam konteks hadits tersebut, nashîhah memiliki arti memberikan perhatian tulus yang mengarah pada upaya untuk memperbaiki, meningkatkan, dan menginginkan kebaikan kepada pihak yang dinasihati. Ini mencakup keinginan kuat agar orang lain atau sesuatu dapat mencapai kebaikan, keadilan, dan manfaat.
Para ulama, seperti Imam An-Nawawi, menjelaskan bahwa nashîhah bukan sekadar memberi nasihat verbal, tetapi juga meliputi sikap tulus dalam hati untuk memberikan yang terbaik kepada Allah, Al-Qur’an, Rasul-Nya, para pemimpin, dan seluruh umat Islam.
Berikut makna nashîhah dalam konteks masing-masing objek:
1. Nashîhah kepada Allah: Mengandung makna mencintai, mentaati, dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah, serta menjaga hak-hak Allah dengan penuh keimanan.
2. Nashîhah kepada Kitab-Nya: Menghormati, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dengan sebaik mungkin, serta menjadikannya petunjuk hidup.
3. Nashîhah kepada Rasul-Nya: Mentaati, meneladani, dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah dalam segala aspek kehidupan.
4. Nashîhah kepada Pemimpin: Mendukung mereka dalam kebaikan, memberi masukan yang benar, dan mendoakan kebaikan untuk mereka.
5. Nashîhah kepada Umat Islam: Saling membantu, menasihati, dan menjaga persaudaraan dengan tulus demi kebaikan bersama.
Dengan demikian, nashîhah di sini bukan hanya dalam bentuk nasihat lisan, tetapi mencakup niat tulus dan usaha untuk mengarahkan orang lain atau sesuatu pada kebaikan dan kesempurnaan dalam ketaatan kepada Allah.
معنى النصيحة في هذا الحديث هو الإخلاص وإرادة الخير. فالنصيحة هنا تعني أن يكون المسلم صادقًا ومخلصًا في معاملاته مع الله وكتابه ورسوله وأئمة المسلمين وعامتهم. وهذا الإخلاص يظهر في الحرص على ما ينفعهم والسعي لتحقيق ما فيه صلاحهم وخيرهم.
وقد فسر العلماء النصيحة بأنها ليست مجرد قول، بل تشمل الحب الصادق والرغبة في الخير والعمل لما فيه مصلحة الآخرين
AGAMA ISLAM HAKIKATNYA ADALAH NASIHAT
Nasihat : menempatkan kebaikan bagi yang di nasihati
Contoh :
Dokter menyuntik pasien biar sembuh.
Orang kaya memberi makan orang yang kelaparan
وأحب عبادة عبدي إلي النصيحة
قال الله عز وجل: أحب ما تعبد لي به عبدي، النصح لي
معنى النصيحة لله هو الإخلاص التام لله تعالى في العبادة والطاعة، وتوحيده وعدم الشرك به، والإيمان بأسمائه وصفاته على الوجه الذي يليق به، والخضوع الكامل لأوامره ونواهيه. وتشمل النصيحة لله أيضًا حب الله وتعظيمه والسعي لنيل رضاه، والابتعاد عن كل ما يُغضبه.
Dengan ikhlas beriman kepada Allah maka membuat hati kita menjadi tenang atas ketetapan Allah.
Dan tidak senang terhadap kemaksiatan seorang hamba
الرضاء عن المعصية معصية
Seperti kita senang melihat orang berjudi. Maka kita berjudi
الرضاء عن الشرك شرك
Makanya kita tidak boleh mendoakan orang kafir dengan rahmat
ويقول النبي (صلى الله عليه وسلم) "مَن رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان" رواه مسلم
Ini banyak yang mencelakan di akhirat ternyata ada catatan kita pernah berjudi. Ternyata kita pernah ridho terhadap yang berjudi ketika di dunia
معنى النصيحة لكتاب الله هو الإيمان بأن القرآن كلام الله المنزل، وتعظيمه وتقديره حق قدره، وقراءته وتلاوته بتدبر وخشوع، والعمل بما جاء فيه من أحكام، والالتزام بأوامره واجتناب نواهيه. كما تشمل النصيحة لكتاب الله الدعوة إلى فهمه وتعليمه للآخرين، والدفاع عنه وحمايته من التحريف والتأويل الخاطئ، ونشر تعاليمه بين الناس.
Meletakkan alquran di atas segala baik dzhohir seperti meletakkan alquran di atas buku biasa. Dan secara bathin, yaitu meletakkan alquran di atas hukum dunia lainnya
معنى النصيحة لرسول الله صلى الله عليه وسلم هو الإيمان برسالته وتصديقه فيما أخبر به، وطاعته فيما أمر به، واجتناب ما نهى عنه وزجر، واتّباع سنته والاقتداء بهديه. وتشمل النصيحة أيضًا محبته وتوقيره والدفاع عنه وعن سنته، ونشر دعوته وإحياء سنته بين الناس.
Menjadikan Rasulullah di atas segalanya.
“لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ”
artinya, “Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku (Nabi Muhammad ﷺ) lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya”. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari.
Tanda cinta kepada nabi:
1. Taat kepada nabi طاعته
2. Banyak menyebutnya كثرة ذكره, Banyak membaca sholawat. Paling tidak 350 minimal baru di katakan banyak. Ada yang bilang 350 pagi dan 350 sore
3. Rindu ingin bertemu dengannya. الشوق إلى لقائه, Sering berdoa dimimpikan dan bertemu dengan beliaU
4. Mencintai keluarga dan sahabatnya محبة أله و أصحابه Kalau kita cinta dengan seseorang pasti kita cinta dengan keluarga dan para sahabatnya. Keluarga nabi itu adalah orang-orang bani hasyim dan bani mutholib yang tidak menerima zakat termasuk zuriahnya para habaib dan itu ada sampai kiamat
«أربعة أنا لهم شفيع يوم القيامة: المكرم لذريتي، والقاضي لهم حوائجهم، والساعي لهم في أمورهم عندما اضطروا إليه، والمحب لهم بقلبه ولسانه»
“Empat golongan yang akan aku beri syafaat pada hari kiamat: orang yang memuliakan keturunanku, yang memenuhi kebutuhan mereka, yang berusaha membantu mereka saat mereka dalam kesulitan, dan yang mencintai mereka dengan hati dan lisannya.”
معنى النصيحة لأئمة المسلمين هو أن يُخلص المسلمون في توجيه النصح لقادتهم وحكامهم، ودعمهم في تحقيق العدل والإصلاح، وطاعتهم في المعروف، وتقديم المشورة الصادقة لهم، والدعاء لهم بالخير والصلاح. كما تشمل النصيحة تنبيههم برفق وحكمة إذا وقعوا في خطأ، والحرص على وحدة صف المسلمين من خلال التعاون معهم في ما فيه مصلحة الأمة.
لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ.
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam berbuat maksiat kepad sang Khaliq (Allah)”
Pemimpin itu ada dua yaitu ulama dan umaro
معنى النصيحة للمؤمنين هو أن يحب المسلم لأخيه ما يحب لنفسه، ويرشده إلى الخير، ويأمره بالمعروف وينهاه عن المنكر بلطف وحكمة، ويعينه عند الحاجة، ويستر عيوبه، وينصحه بما يصلح دينه ودنياه. وتشمل النصيحة للمؤمنين أيضًا التواصي بالحق والصبر، وتقديم المساعدة والدعم في أمور الدنيا والآخرة، وحفظ حقوقهم، والسعي إلى نشر المحبة والألفة بينهم.
... Sesungguhnya hamba Allah yang paling Allah sayang adalah yang paling banyak memberi nasihat kepada para hamba-Nya.
إن أحب عباد الله إلى الله أنصحهم لعباده.
Boleh dg Berdoa "ya Allah, ampuni dosa hamba, luaskan rizki hamba, pelihara dari bala bencana, jadikan keturunan hamba sholeh, matikan husnul khotimah dan ya Allah seperti hal demikian hamba minta kepada engkau untuk kaum muslimin dan muslimat
اللهم افعل مثل ذلك بالمسلمين و المسلمات
Maka akan dapat pahala sejumlah bilangan kaum muslimin. Urusan kabul nomor 2. Yang penting kita sudah dapat pahala
Komentar
Posting Komentar