HADITS 21
Hadits ke-21 dari Al-Arba‘in An-Nawawiyyah
Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat yang mulia:
Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi radhiyallāhu ‘anhu.
Beliau berkata:
Aku berkata kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam suatu perkataan (ajaran) yang tidak perlu lagi aku tanyakan kepada seorang pun selain engkau setelah itu.”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
“Qul āmantu billāh tsumma istaqim.”
“Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.”
(HR. Muslim ibn al-Hajjaj)
Hadits ini singkat, tetapi kandungannya sangat luas dan mendalam. Ia merangkum seluruh ajaran Islam dalam dua kalimat: Iman dan Istiqamah.
🌿 Permintaan Sufyan bin Abdullah
Sufyan bin Abdullah meminta kepada Rasulullah ﷺ satu ajaran yang ringkas namun mencakup semuanya. Ia ingin pegangan hidup yang cukup, sehingga setelah itu ia tidak perlu lagi bertanya kepada siapa pun.
Ini menunjukkan semangat para sahabat:
-
Mereka ingin ajaran yang jelas.
-
Mereka ingin amalan yang bisa menjadi pegangan seumur hidup.
-
Mereka ingin jalan yang menyelamatkan dunia dan akhirat.
Rasulullah ﷺ pun memberikan jawaban yang sangat padat dan sempurna:
Berimanlah kepada Allah, kemudian istiqamahlah.
🌟 Makna “Beriman kepada Allah”
Beriman kepada Allah berarti:
-
Meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa.
-
Meyakini Allah Maha Sempurna, tidak memiliki kekurangan sedikit pun.
-
Meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
-
Membenarkan seluruh ajaran yang datang dari-Nya.
-
Tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.
Iman bukan hanya di lisan, tetapi:
-
Diyakini dalam hati,
-
Diucapkan dengan lisan,
-
Diamalkan dengan anggota badan.
Namun iman saja belum cukup. Karena itu Rasulullah ﷺ melanjutkan dengan satu kata penting:
ثم استقم — “Kemudian istiqamahlah.”
🌿 Apa Itu Istiqamah?
Para ulama menjelaskan bahwa istiqamah berarti:
Konsisten dalam ketaatan kepada Allah sampai akhir hayat.
Istiqamah artinya:
-
Tetap berada di jalan yang lurus.
-
Tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.
-
Tidak berubah karena keadaan.
Sebagian ulama mengatakan:
Istiqamah adalah tetap taat kepada Allah sampai mati.
Ada pula yang menjelaskan:
Istiqamah adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya, baik lahir maupun batin.
🌙 Contoh-Contoh Istiqamah
1️⃣ Istiqamah dalam Shalat
Kita shalat lima waktu setiap hari tanpa putus sampai mati.
Tidak hanya ketika lapang, tetapi juga ketika sibuk, sakit, atau dalam kesulitan.
Itulah istiqamah dalam ibadah.
2️⃣ Istiqamah dalam Perkataan
-
Tidak berdusta.
-
Tidak berkata kotor.
-
Tidak menggunjing.
-
Tidak menyakiti orang lain dengan lisan.
Menjaga lisan sampai mati — itulah istiqamah dalam ucapan.
3️⃣ Istiqamah dalam Perbuatan
-
Selalu melaksanakan perintah Allah.
-
Menjauhi yang haram.
-
Tidak berubah karena pengaruh dunia.
Baik dalam keadaan susah maupun senang, tetap taat kepada Allah.
4️⃣ Istiqamah dalam Amalan Sunnah
Contohnya:
-
Membaca Surah Yasin setiap malam.
-
Shalat Dhuha setiap hari.
-
Menuntut ilmu secara rutin.
-
Menghadiri majelis taklim walau sibuk.
Mudah melakukan satu kali.
Tetapi sulit melakukannya terus-menerus.
Di situlah letak ujian istiqamah.
📖 Janji Allah bagi Orang yang Istiqamah
Allah berfirman dalam Surah Fussilat ayat 30:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (ketika menjelang wafat) seraya berkata: Jangan takut dan jangan bersedih; bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepadamu.”
Artinya:
-
Orang yang istiqamah dijamin ketenangan saat sakaratul maut.
-
Diberi kabar gembira oleh malaikat.
-
Dijanjikan surga oleh Allah.
Inilah kemuliaan istiqamah.
⚠️ Mengapa Istiqamah Itu Sulit?
Melakukan kebaikan sekali itu mudah.
Melakukan terus-menerus sampai mati — itu yang berat.
Contoh:
-
Shalat tahajud kadang-kadang mudah.
-
Tetapi setiap malam? Itu berat.
-
Bersabar sesekali mudah.
-
Tetapi selalu sabar dalam segala keadaan? Itu sulit.
Karena itu Allah menjanjikan surga bagi orang yang istiqamah — sebab perjuangannya besar.
🚧 Penghalang Istiqamah
Para ulama menjelaskan ada beberapa hal yang sering menghalangi istiqamah:
1️⃣ Terlalu Sibuk dengan Dunia
Harta, jabatan, usaha, kedudukan — semua itu bisa melalaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa cinta dunia adalah pangkal kerusakan.
Semakin besar kecintaan kepada dunia, semakin sulit menjaga istiqamah.
2️⃣ Pergaulan yang Buruk
Lingkungan sangat berpengaruh.
Jika kita terlalu banyak bergaul dengan:
-
Orang yang meremehkan agama,
-
Orang yang meninggalkan shalat,
-
Orang yang gemar maksiat,
maka sulit bagi kita untuk tetap istiqamah.
Karena itu, pilihlah teman yang baik dan mendekatkan kepada Allah.
3️⃣ Gangguan Setan
Setan selalu berusaha:
-
Menggoda hati,
-
Membisikkan kemalasan,
-
Mengajak kepada maksiat.
Allah berfirman bahwa setan adalah musuh yang nyata.
Karena itu kita harus:
-
Banyak berdzikir,
-
Memperbanyak istighfar,
-
Menjauhi sebab-sebab maksiat.
4️⃣ Hawa Nafsu
Nafsu selalu mengajak kepada kesenangan sesaat tanpa memikirkan akibat.
Jika kita menuruti nafsu, maka istiqamah akan sulit terwujud.
Cara menundukkan nafsu:
-
Memaksanya untuk taat.
-
Membiasakan ibadah walau berat.
-
Melatih diri dengan disiplin ibadah.
🌺 Doa Para Ulama
Para ulama besar seperti Hasan al-Basri selalu berdoa:
“Allāhumma anta rabbanā, farzuqnā al-istiqāmah.”
“Ya Allah, Engkau Tuhan kami, maka anugerahkanlah kepada kami istiqamah.”
Mereka tidak hanya meminta kesehatan atau rezeki, tetapi yang utama adalah istiqamah.
Karena tanpa istiqamah:
-
Amal bisa terputus.
-
Ibadah bisa berhenti.
-
Semangat bisa padam.
💎 Kesimpulan Hadits ke-21
Hadits ini merangkum agama dalam dua perkara:
1️⃣ Iman kepada Allah
Keyakinan yang benar dan kokoh.
2️⃣ Istiqamah
Konsisten dalam ketaatan sampai akhir hayat.
Barang siapa beriman dan istiqamah:
-
Tenang hidupnya,
-
Selamat matinya,
-
Bahagia akhiratnya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman dan diberi istiqamah sampai akhir hayat.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Komentar
Posting Komentar