HADITS 42

 

📜 Teks Hadits

Dari Anas bin Malik radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Ta‘ālā berfirman:

Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu, dan Aku tidak peduli sebanyak apa pun dosamu.
Wahai anak Adam, seandainya dosamu mencapai setinggi langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu.
Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula.

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan beliau berkata: hadits hasan shahih.

Imam At-Tirmidzi


🌟 Kandungan Hadits: Tiga Sebab Mendapatkan Ampunan

Hadits ini mengandung tiga sebab utama yang mendatangkan ampunan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

Padahal sebenarnya banyak sekali jalan untuk mendapatkan ampunan. Karena Allah tahu manusia sering berbuat salah, maka Allah pun membuka banyak pintu ampunan.

Namun dalam hadits ini disebutkan tiga sebab besar:


1️⃣ Doa yang Disertai Harapan dan Husnuzan

Allah berfirman:

“Selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku…”

Artinya:

  • Kita berdoa memohon ampun.

  • Disertai harapan penuh.

  • Disertai keyakinan bahwa Allah pasti mengampuni.

Contohnya:

  • Allahummaghfirli (Ya Allah ampuni aku)

  • Rabbighfirli wa tub ‘alayya innaka antat-tawwābur-rahīm

  • Allahummaghfirli waliwālidayya

Sebagian ulama mengatakan:

Permintaan paling penting yang harus selalu diminta seorang hamba adalah ampunan dosa.

Karena dosa adalah penghalang rahmat.

Nasihat Luqman kepada Anaknya

Disebutkan bahwa Luqman Al-Hakim berkata kepada anaknya:

“Wahai anakku, biasakan lisanmu mengucapkan Allahummaghfirli.”

Karena dalam sehari semalam ada waktu mustajab, saat Allah tidak menolak doa seorang hamba. Jika kita sering membaca istighfar, bisa jadi tepat pada waktu itu dan dosa kita diampuni.


2️⃣ Istighfar yang Disertai Taubat

Sebab kedua adalah:

Al-istighfar ma‘at-taubah
(Istighfar yang disertai taubat sungguh-sungguh)

Ucapan:

Astaghfirullāhal ‘azhīm wa atūbu ilaih

Ini bukan sekadar doa, tetapi pengakuan dan janji.

Artinya:

  • Aku mengakui dosaku.

  • Aku menyesal.

  • Aku berhenti.

  • Aku bertekad tidak mengulanginya.

Taubat memiliki tiga syarat:

  1. Menyesal.

  2. Berhenti dari dosa.

  3. Bertekad tidak mengulanginya.

Jika masih terus melakukan dosa, maka istighfar itu belum sempurna.


⚠ Tiga Istighfar yang Tidak Bermanfaat

Sebagian ulama menyebutkan ada tiga keadaan istighfar yang tidak memberi manfaat jika tidak dibarengi perubahan:

1. Masih Terus Berzina

Seseorang berkata “Astaghfirullah”, tetapi masih terus mendatangi zina.

Allah tidak akan mengampuni selama ia tidak meninggalkan maksiat tersebut.

2. Memiliki Harta Haram

Seseorang beristighfar ribuan kali, tetapi di rumahnya penuh harta hasil riba, korupsi, penipuan, atau kezaliman.

Syaratnya adalah:

  • Kembalikan harta itu kepada pemiliknya.

  • Tinggalkan sumber haramnya.

Barulah istighfar itu bermanfaat.

3. Masih Memakai atau Menyimpan Sarana Maksiat

Contohnya:

Laki-laki memakai emas (yang diharamkan bagi laki-laki).

Jika ia ingin bertaubat:

  • Lepaskan.

  • Jual atau berikan kepada yang halal memakainya.

Selama masih disimpan dengan niat memakainya lagi, berarti belum benar-benar putus dari maksiat.


3️⃣ Tauhid – Sebab Terbesar Ampunan

Sebab ketiga dan paling besar adalah:

At-Tauhid

Yaitu mengucapkan:

Lā ilāha illallāh

Dengan hati yang yakin.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang akhir ucapannya Lā ilāha illallāh, maka ia masuk surga.”

Tauhid bisa menghapus dosa sebesar apa pun, selama tidak ada syirik.

Di akhirat nanti, dosa-dosa bisa saja menumpuk di timbangan sebelah kiri. Namun ketika kalimat tauhid diletakkan di timbangan sebelah kanan, ia bisa mengalahkan seluruh dosa.


🛑 Penghalang Mengucapkan Kalimat Tauhid di Akhir Hayat

Para ulama menjelaskan:

Agar bisa mengucapkan Lā ilāha illallāh di akhir hayat, ada dua hal yang harus dilakukan:

1. Memperbanyaknya Saat Hidup

Karena di saat sakaratul maut, yang muncul adalah apa yang paling sering kita ucapkan dan pikirkan semasa hidup.

Jika sering mengingat dunia, dunia yang muncul.
Jika sering mengingat tauhid, tauhid yang muncul.


2. Menjauhi Dosa-Dosa Besar

Dosa besar bisa menghalangi seseorang dari kalimat tauhid.

Contohnya:

❌ Durhaka kepada Orang Tua

Ada sahabat bernama Alqamah yang sulit mengucapkan tauhid saat sakaratul maut karena ibunya belum ridha kepadanya.

Setelah ibunya memaafkan dan meridhai, barulah ia mampu mengucapkannya.

❌ Meninggalkan Shalat

Orang yang meremehkan shalat sangat terancam terhalang dari husnul khatimah.

❌ Riba

Memakan riba adalah dosa besar yang sangat berbahaya dan bisa menjadi penghalang kebaikan akhir hayat.


🌸 Penutup Kitab dengan Harapan Ampunan

Imam An-Nawawi

Imam An-Nawawi menutup kitab ini dengan hadits tentang ampunan. Ini disebut tafa’ul — berharap agar siapa pun yang membaca dan mengamalkan kitab ini, Allah ampuni dosanya dan akhir kalimatnya adalah:

Lā ilāha illallāh

Semoga Allah menjadikan akhir hidup kita dengan kalimat tauhid.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapatkan maghfirah-Nya.

Aamiin Yā Rabbal ‘Ālamīn.

Lā ilāha illallāh.
Astaghfirullāh.
Lā ilāha illallāh Muḥammadur Rasūlullāh ﷺ.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADITS 5

HADITS 3