HADITS 41
🌿 Hadits ke-41 – Tambahan dalam Al-Arba’in An-Nawawiyyah
Al-Arba'in An-Nawawiyyah
Imam An-Nawawi
Hadits ini termasuk hadits tambahan setelah 40 hadits utama yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi رحمه الله.
Hadits ini diriwayatkan dari:
Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al-Ash رضي الله عنهما
📖 Teks Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ
Artinya:
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam).”
Hadits ini dinilai hasan shahih dan menjadi hujjah (dalil) dalam agama.
🌟 Makna Hadits
Hadits ini menjelaskan tentang kesempurnaan iman.
Seseorang belum dikatakan beriman dengan iman yang sempurna sampai:
✔ Keinginannya
✔ Ambisinya
✔ Cita-citanya
✔ Hawa nafsunya
selaras dan mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.
Artinya bukan kita tidak boleh punya keinginan. Boleh ingin kaya, boleh ingin jabatan, boleh ingin menikah, boleh ingin berhias — tetapi semua harus mengikuti aturan syariat.
Jika keinginan itu bertentangan dengan ajaran Nabi ﷺ, maka orang yang beriman akan mundur dan meninggalkannya.
Itulah tanda iman.
💰 Contoh Pertama: Ingin Menjadi Orang Kaya
Agama tidak melarang menjadi orang kaya.
Banyak sahabat Nabi ﷺ yang kaya raya, bahkan termasuk:
Abdurrahman bin Auf
Beliau termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga.
Namun beliau adalah orang kaya yang mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.
📌 Syarat Kaya yang Sesuai Syariat
1️⃣ Usaha yang Halal (Kasbul Halal)
Mencari harta dengan cara yang halal.
Tidak riba, tidak menipu, tidak curang.
2️⃣ Niat yang Baik
Berniat:
-
Untuk membantu agama
-
Untuk bersedekah
-
Untuk membantu fakir miskin
-
Untuk menafkahi keluarga dengan baik
3️⃣ Jika Sudah Kaya, Maka:
✔ Tawadhu’ (Rendah Hati)
Jangan sombong karena harta.
✔ Bersyukur
Menggunakan harta di jalan yang diridhai Allah.
✔ Menjadikan harta sebagai alat kebaikan
Membantu dakwah, membantu kaum dhuafa.
✔ Pemurah dan Dermawan
✔ Menjaga hak karyawan dan pembantu
Tidak menunda gaji.
Tidak menzalimi pekerja.
Karena harta adalah salah satu sebab terbesar munculnya kesombongan.
🏛 Contoh Kedua: Ingin Menjadi Pejabat
Agama juga tidak melarang menjadi pejabat.
Baik jabatan rendah maupun tinggi — selama ditempuh dengan cara yang halal.
Namun agar menjadi pejabat yang beriman:
📌 Syarat Sebelum Menjabat
1️⃣ Ahli dalam Bidangnya
Tidak asal mencalonkan diri.
Harus punya kemampuan dan ilmu.
2️⃣ Niat yang Shalih
Berniat:
-
Membela agama
-
Menghilangkan kemaksiatan
-
Menyejahterakan rakyat
📌 Jika Sudah Menjadi Pejabat
✔ Kasih Sayang kepada Rakyat
Seperti para pemimpin shalih dahulu yang peduli pada rakyatnya.
✔ Berpikir Matang sebelum Mengambil Keputusan
Apakah sesuai syariat atau tidak?
✔ Adil
Tidak membedakan keluarga dan rakyat biasa.
✔ Amanah
Jabatan adalah tanggung jawab yang akan ditanya di akhirat.
✔ Tidak Sombong
Ingat bahwa rakyatlah yang menopang kedudukannya.
✔ Dekat dengan Ulama
Pejabat yang baik adalah yang meminta nasihat ulama.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sebaik-baik pemimpin adalah yang mendatangi ulama untuk meminta petunjuk, bukan untuk mencari dukungan politik.
💍 Contoh Ketiga: Ingin Menikah
Islam mengajarkan kriteria dalam memilih pasangan.
Rasulullah ﷺ mengajarkan agar memilih berdasarkan:
1️⃣ Agama (Ad-Din)
Pilih yang kuat agamanya.
2️⃣ Nasab
Keturunan yang baik.
3️⃣ Kecantikan / Ketampanan
Tetapi ini relatif.
4️⃣ Harta
Sebagai penunjang kehidupan.
Namun Nabi ﷺ menekankan: utamakan agama.
Pernikahan yang mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ adalah pernikahan yang diberkahi.
👕 Contoh Keempat: Berpakaian dan Berhias
Islam tidak melarang berpakaian bagus.
Bahkan dianjurkan berpakaian rapi ketika shalat.
Namun ada syaratnya:
📌 Syarat Pakaian yang Sesuai Syariat
1️⃣ Menutup Aurat
Jika aurat terbuka, bertentangan dengan iman.
2️⃣ Tidak Ketat dan Tidak Tipis
Karena Rasulullah ﷺ menyebutkan wanita “berpakaian tapi telanjang” sebagai golongan yang diancam.
3️⃣ Tidak untuk Popularitas (Libas Syuhrah)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa memakai pakaian untuk mencari ketenaran, Allah akan memakaikan pakaian kehinaan baginya pada hari kiamat.”
Jadi walaupun busana muslim, jika niatnya untuk pamer dan mencari popularitas, tetap tercela.
⚠ Larangan Mengubah Ciptaan Allah
Dalam hadits disebutkan bahwa Allah melaknat orang yang mengubah ciptaan-Nya untuk kecantikan.
Seperti:
-
Operasi plastik tanpa kebutuhan medis
-
Mencukur alis untuk kecantikan
-
Mengubah bentuk tubuh demi tren
Rasulullah ﷺ melaknat:
-
Orang yang mencukur alis
-
Orang yang meminta dicukurkan alisnya
Karena ini termasuk mengubah ciptaan Allah tanpa alasan syar’i.
🔎 Ujian Keimanan
Di sinilah iman diuji.
Setiap kali kita punya keinginan, tanyakan:
❓ Apakah ini diridhai Allah?
❓ Apakah ini sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ?
Jika sesuai — lanjutkan.
Jika bertentangan — tinggalkan.
Jika seseorang tidak peduli apakah diridhai atau dilaknat, berarti imannya lemah.
🌺 Kesimpulan Hadits ke-41
Makna hadits:
Iman yang sempurna adalah ketika hawa nafsu tunduk kepada syariat.
Dalam:
-
Kekayaan
-
Jabatan
-
Pernikahan
-
Pakaian
-
Kecantikan
-
Ambisi hidup
Semua harus mengikuti Rasulullah ﷺ.
Jika tidak, maka itu tanda kelemahan iman.
Semoga Allah menjadikan hawa nafsu kita tunduk kepada syariat-Nya, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang imannya sempurna.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Komentar
Posting Komentar