HADITS 37
🌿 Hadits ke-37 dari Al-Arba'in An-Nawawiyyah
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah ﷺ, dalam riwayat yang beliau sampaikan dari Rabb-nya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi (hadits qudsi):
📖 Teks Hadits
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ،
فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً،
وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ،
وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً،
وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
🌟 Makna Umum Hadits
Allah telah menetapkan dan mencatat:
-
Mana yang termasuk kebaikan
-
Mana yang termasuk kejahatan
Kemudian Allah menjelaskan bagaimana sistem pencatatan pahala dan dosa tersebut.
Hadits ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan betapa Allah melipatgandakan kebaikan, sementara dosa tidak dilipatgandakan seperti pahala.
1️⃣ Niat Baik Tapi Tidak Jadi Dilakukan
“Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan lalu tidak jadi melakukannya, maka Allah menuliskan baginya satu kebaikan yang sempurna.”
Apa arti “berniat” (هَمَّ) di sini?
Maksudnya adalah:
-
Sudah ada keputusan bulat dalam hati.
-
Sudah bertekad kuat untuk melakukannya.
Contoh:
-
Malam hari sudah berniat besok membaca Al-Qur’an 2 juz.
-
Sudah bertekad besok ingin shalat Dhuha.
-
Sudah berniat hadir pengajian.
Namun ternyata:
-
Sakit.
-
Ada halangan.
-
Tertidur.
-
Atau sebab lain yang membuatnya tidak jadi melaksanakan.
Maka tetap ditulis oleh Allah satu pahala sempurna, walaupun belum terlaksana.
👉 Ini menunjukkan betapa murahnya pahala dari Allah.
2️⃣ Niat Baik dan Jadi Dilakukan
“Jika ia berniat dan melakukannya, maka Allah menuliskannya sepuluh kebaikan, sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan sampai kelipatan yang banyak.”
Minimal: 10 kali lipat
Bisa meningkat menjadi:
-
20 kali
-
30 kali
-
50 kali
-
700 kali
-
Bahkan lebih dari itu
Tergantung:
-
Keikhlasan
-
Kualitas amal
-
Waktu dan tempat
-
Manfaatnya bagi orang lain
✨ Contoh Kelipatan Pahala
🔹 10 kali lipat
Amalan biasa dengan ikhlas.
🔹 20–30 kali lipat
Dzikir tertentu seperti:
-
Subhanallah
-
Alhamdulillah
-
La ilaha illallah
🔹 50 kali lipat
Disebutkan sebagian ulama:
-
Membaca Al-Qur’an sambil memahami maknanya.
-
Membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci.
🔹 700 kali lipat
Sebagaimana dalam Al-Qur’an:
Sedekah di jalan Allah seperti satu benih yang menumbuhkan tujuh bulir, setiap bulir seratus biji.
Artinya 1 menjadi 700.
🔹 7.000 kali lipat
Bagi orang yang berjihad di jalan Allah dengan hartanya dan dirinya.
🔹 1.000.000 kali lipat
Disebutkan dalam hadits:
Barangsiapa masuk pasar lalu membaca:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ...
Maka Allah menulis baginya sejuta kebaikan, menghapus sejuta dosa, dan mengangkat sejuta derajat.
Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah.
3️⃣ Niat Buruk Tapi Tidak Jadi Dilakukan
“Barangsiapa berniat melakukan kejahatan lalu tidak jadi melakukannya, maka Allah menuliskannya satu kebaikan.”
Tetapi ini berlaku jika ia meninggalkannya karena:
✔ Takut kepada Allah
✔ Ingat kepada Allah
✔ Malu kepada Allah
Jika batal karena:
-
Tidak ada kesempatan
-
Tidak mampu
-
Terhalang keadaan
Maka tidak dicatat dosa, tetapi juga tidak mendapat pahala.
4️⃣ Niat Buruk dan Jadi Dilakukan
“Jika ia berniat melakukan kejahatan dan jadi melakukannya, maka ditulis satu dosa saja.”
Perhatikan:
✔ Kebaikan dilipatgandakan.
✔ Dosa hanya satu.
Ini bukti keadilan dan rahmat Allah.
Dalam riwayat lain disebutkan malaikat menunda pencatatan dosa beberapa waktu, memberi kesempatan untuk bertaubat.
⚖ Dosa yang Dilipatgandakan
Walaupun pada asalnya satu dosa ditulis satu, ada kondisi tertentu yang membuat dosa lebih berat:
📍 Tempat mulia
Berbuat dosa di Tanah Haram (Mekkah) lebih berat.
Sebagian ulama seperti Ibn Jurayj menyebutkan bahwa dosa di Mekkah lebih berat dibanding tempat lain.
📅 Waktu mulia
-
Bulan Ramadhan
-
Bulan-bulan haram (Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah)
🕌 Tempat suci
Di sekitar Masjidil Haram.
Bukan berarti jumlah angkanya otomatis dikali, tetapi berat dan ancamannya lebih besar.
🌿 Hikmah Besar Hadits Ini
-
Allah sangat luas rahmat-Nya.
-
Allah mencintai kebaikan.
-
Allah memudahkan hamba-Nya untuk mendapat pahala.
-
Satu niat saja sudah berpahala.
-
Dosa tidak dilipatgandakan seperti pahala.
-
Peluang menabung pahala sangat besar.
💰 Pentingnya “Tabungan Pahala”
Di dunia mungkin kita tidak terlalu merasakan pentingnya pahala.
Namun ketika:
-
Di alam kubur
-
Di Padang Mahsyar
-
Saat timbangan amal ditegakkan
Maka setiap pahala sekecil apa pun sangat berarti.
Jika kita banyak melakukan amal yang dilipatgandakan, itu menjadi cadangan untuk menutup dosa-dosa kita.
Semakin banyak tabungan pahala, semakin besar harapan keselamatan.
🌺 Kesimpulan
Hadits ke-37 ini mengajarkan:
-
Niat baik saja sudah berpahala.
-
Amal baik dilipatgandakan berkali-kali.
-
Dosa tidak dilipatgandakan seperti pahala.
-
Allah Maha Pengasih kepada hamba-Nya.
-
Jangan remehkan amal kecil.
-
Perbanyak niat baik setiap hari.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang:
-
Banyak niat baik,
-
Banyak amal saleh,
-
Dan sedikit dosa.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Komentar
Posting Komentar