HADITS 25

 

Hadits ke-25 – Banyak Jalan Menuju Pahala

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim.

🕌 Teks Hadits (Makna Umum)

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwa sekelompok sahabat fakir dari kalangan Muhajirin datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:

“Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi membawa pahala yang banyak. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka, sedangkan kami tidak memiliki harta untuk disedekahkan.”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan?
Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, bahkan pada kemaluan salah seorang dari kalian ada sedekah.”

Para sahabat bertanya:

“Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami menyalurkan syahwatnya kepada istrinya ia mendapatkan pahala?”

Beliau menjawab:

“Bagaimana pendapat kalian jika ia menyalurkannya pada yang haram, apakah ia berdosa? Maka demikian pula jika ia menyalurkannya pada yang halal, ia mendapatkan pahala.”
(HR. Muslim)


📖 Penjelasan Hadits

1️⃣ Kegelisahan Orang Fakir

Para sahabat fakir dari kalangan Muhajirin merasa sedih. Mengapa?

Karena mereka melihat orang-orang kaya:

  • Shalat seperti mereka

  • Puasa seperti mereka

  • Tetapi memiliki kelebihan harta untuk:

    • Bersedekah

    • Membantu fakir miskin

    • Membebaskan budak

    • Berinfak di jalan Allah

    • Menunaikan haji dan umrah

Mereka merasa tertinggal dalam pahala.

Ini bukan iri duniawi. Ini adalah ghirah dalam kebaikan. Mereka takut kalah dalam meraih ridha Allah.


2️⃣ Jawaban Rasulullah ﷺ: Sedekah Tidak Hanya Dengan Harta

Rasulullah ﷺ meluruskan pemahaman mereka.

Sedekah tidak terbatas pada uang atau harta.

🌿 Bentuk-bentuk Sedekah:

  • Tasbih (Subhanallah) → sedekah

  • Takbir (Allahu Akbar) → sedekah

  • Tahmid (Alhamdulillah) → sedekah

  • Tahlil (Laa ilaaha illallah) → sedekah

  • Amar ma’ruf → sedekah

  • Nahi munkar → sedekah

  • Hubungan suami-istri yang halal → sedekah

MasyaAllah…

Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah.


3️⃣ Pahala Dzikir Sangat Besar

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa:

  • Satu kali Subhanallah lebih baik daripada 100 kuda yang disedekahkan di jalan Allah.

  • Satu kali Alhamdulillah lebih baik daripada memerdekakan budak.

  • Satu kali Allahu Akbar pahalanya sangat besar.

  • Satu kali Laa ilaaha illallah tak terhitung ganjarannya.

Allah berfirman:

إِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya kalian akan disempurnakan pahala kalian pada hari kiamat.”
(QS. Ali Imran: 185)

Artinya: balasan besar itu bukan di dunia, tetapi di akhirat.


4️⃣ Bahkan Hubungan Suami Istri Bernilai Pahala

Ketika sahabat heran bahwa hubungan suami istri juga sedekah, Rasulullah ﷺ menjelaskan dengan logika sederhana:

Jika dilakukan pada yang haram → berdosa.
Maka jika dilakukan pada yang halal → berpahala.

Ini menunjukkan bahwa dalam Islam, seluruh aktivitas bisa bernilai ibadah jika dilakukan sesuai syariat dan dengan niat yang benar.


🌟 Keutamaan Orang Fakir yang Sabar

Dalam riwayat lain dijelaskan, orang fakir yang sabar memiliki keutamaan khusus:

1️⃣ Kamar di Surga dari Yakut Merah

Kamar yang tinggi, yang penduduk langit memandangnya seperti kita memandang bintang.

2️⃣ Masuk Surga Lebih Dahulu

Orang fakir masuk surga sebelum orang kaya setengah hari.
Setengah hari akhirat = 500 tahun dunia.

3️⃣ Dzikir Mereka Berlipat Ganda

Dzikir orang fakir yang sabar dan ridha lebih besar nilainya.


⚖️ Mana Lebih Utama: Kaya Bersyukur atau Fakir Sabar?

Para ulama berbeda pendapat:

Pendapat 1:

Orang kaya yang bersyukur lebih utama.
Karena sangat sedikit orang kaya yang benar-benar bersyukur.

Allah berfirman:

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
“Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”
(QS. Saba: 13)

Pendapat 2:

Orang fakir yang sabar lebih utama.
Karena mereka tidak diuji dengan beratnya fitnah harta.

Kesimpulannya:
Yang paling utama adalah yang paling bertakwa.


📌 Hadits Tentang Empat Golongan Manusia

Rasulullah ﷺ membagi manusia menjadi empat:

1️⃣ Orang yang punya ilmu dan harta → menggunakan hartanya dengan benar → ini paling utama.
2️⃣ Orang yang punya ilmu tapi tidak punya harta → berniat baik seperti yang pertama → pahalanya sama dengan yang pertama.
3️⃣ Orang yang punya harta tapi tidak punya ilmu → menggunakan hartanya sembarangan → celaka.
4️⃣ Orang yang tidak punya harta dan tidak punya ilmu → berniat buruk → paling buruk.

Pelajaran pentingnya:

Bukan kaya atau miskin yang menentukan kemuliaan,
Tetapi ilmu dan niat.


🎯 Kesimpulan Besar Hadits

  1. Sedekah tidak hanya dengan harta.

  2. Semua orang punya peluang besar meraih pahala.

  3. Dzikir memiliki nilai luar biasa.

  4. Aktivitas halal bisa menjadi ibadah.

  5. Kaya dan miskin adalah takdir Allah.

  6. Yang menentukan kemuliaan adalah ilmu, niat, sabar, dan syukur.


✨ Maka wahai kaum muslimin,

Jika Allah menjadikan kita kaya → jadilah kaya yang bersyukur.
Jika Allah menjadikan kita miskin → jadilah miskin yang sabar dan ridha.

Karena semua kembali kepada bagaimana kita mengelola keadaan kita untuk mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADITS 5

HADITS 3