HADITS 24

 

Hadits ke-24 dari Al-Arba’in An-Nawawiyah

Hadits Qudsi tentang Kezaliman, Hidayah, Rezeki, dan Kekuasaan Allah

Al-Arba'in An-Nawawiyah
Imam Nawawi
Abu Dzar al-Ghifari
Sahih Muslim

Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat mulia Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, yang beliau riwayatkan dari Allah ﷻ. Hadits ini termasuk hadits qudsi yang sangat agung dan penuh kandungan akidah, tauhid, serta pelajaran akhlak.


📖 Teks Hadits (Ringkasan Makna)

Allah ﷻ berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi…”

Hadits ini panjang dan diriwayatkan oleh Imam Muslim.


✨ Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami

1️⃣ Allah Mengharamkan Kezaliman Atas Diri-Nya

Allah berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku.”

Artinya:
Allah Maha Adil. Allah tidak pernah berbuat zalim kepada siapa pun. Tidak mungkin Allah menghukum seseorang tanpa sebab, atau mengurangi pahala seseorang walau sebesar biji sawi.

Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi walaupun sebesar zarrah.” (QS. An-Nisa: 40)

📌 Makna Zalim

Secara bahasa: menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.
Secara syariat: mengambil hak orang lain tanpa izin atau tanpa hak.


2️⃣ Larangan Saling Menzalimi

Allah berfirman:

“…dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.”

Ini mencakup semua bentuk kezaliman:

🔹 1. Zalim terhadap harta

  • Mencuri

  • Menipu

  • Korupsi

  • Mengambil barang tanpa izin

Jika pernah melakukannya, tidak ada jalan selamat kecuali:

  • Mengembalikan hak tersebut

  • Atau meminta maaf dan meminta dihalalkan


🔹 2. Zalim terhadap jiwa dan fisik

  • Membunuh tanpa hak

  • Melukai

  • Memukul tanpa alasan yang benar

Harus diselesaikan di dunia sebelum akhirat.


🔹 3. Zalim terhadap kehormatan

  • Ghibah (menggunjing)

  • Fitnah

  • Mencela

  • Menuduh tanpa bukti

Semua ini akan dituntut di hari kiamat.


⚠️ Siapa Orang Bangkrut?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”

Para sahabat menjawab:
Orang yang bangkrut adalah yang tidak punya harta.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi dia pernah mencela orang, menuduh orang, memakan harta orang, menumpahkan darah, dan memukul orang. Maka kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang ia zalimi…”

Jika pahala habis sebelum urusan selesai, dosa orang-orang itu dipindahkan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke neraka.

Inilah makna bangkrut yang sebenarnya.


🌿 3️⃣ Semua Kita Butuh Hidayah

Allah berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri petunjuk.”

Setiap hari kita membaca:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Artinya kita selalu butuh hidayah, walaupun sudah Islam. Bahkan kita dianjurkan mendoakan orang lain agar diberi hidayah.


🍞 4️⃣ Semua Kita Butuh Rezeki

Allah berfirman:

“Kalian semua lapar kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku.”

Rezeki bukan karena kepintaran semata. Semua dari Allah.

Mintalah kepada Allah, dan Allah akan membukakan jalan-jalan rezeki melalui sebab-sebab yang Dia tentukan.


👕 5️⃣ Semua Kita Butuh Pakaian dan Nikmat

“Kalian semua telanjang kecuali yang Aku beri pakaian.”

Artinya:
Semua nikmat berasal dari Allah. Bahkan hal kecil pun mintalah kepada Allah.

Para salaf dahulu sampai berdoa ketika tali sandal mereka putus.

Ini menunjukkan:
Allah senang dimintai.


🌙 6️⃣ Allah Maha Pengampun

Allah berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian berbuat dosa siang dan malam, dan Aku mengampuni semua dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.”

Selama:

  • Kita menyesal

  • Berhenti dari dosa

  • Bertekad tidak mengulanginya

Maka Allah ampuni.


🌍 7️⃣ Allah Tidak Butuh Kita

“Kalian tidak akan mampu memberi mudarat kepada-Ku, dan tidak mampu memberi manfaat kepada-Ku.”

Seandainya seluruh manusia dan jin paling bertakwa seperti Nabi Muhammad ﷺ, itu tidak menambah kerajaan Allah sedikit pun.

Sebaliknya, jika semuanya jahat seperti Abu Jahal, itu tidak mengurangi kerajaan Allah sedikit pun.

Ini menunjukkan:
Allah Maha Kaya, tidak membutuhkan ketaatan kita.

Kitalah yang membutuhkan Allah.


🌊 8️⃣ Permintaan Semua Makhluk Tidak Mengurangi Kekayaan Allah

Allah berfirman:

Jika seluruh manusia dan jin berkumpul lalu masing-masing meminta kepada-Ku dan Aku beri semuanya, itu tidak mengurangi kekuasaan-Ku kecuali seperti jarum yang dicelupkan ke laut lalu diangkat.

Bayangkan luasnya laut. Jarum dicelupkan tidak mengurangi air laut sedikit pun.

Demikianlah perbendaharaan Allah.


⚖️ 9️⃣ Semua Amal Akan Dibalas

“Sesungguhnya itu adalah amal-amal kalian yang Aku hitung, kemudian Aku sempurnakan balasannya.”

Orang beriman:

  • Dosa dibalas di dunia (musibah, sakit) sebagai penghapus dosa.

  • Pahala disimpan untuk akhirat.

Orang kafir:

  • Kebaikan dibalas di dunia.

  • Di akhirat hanya menghadapi dosa.


🌸 Penutup Hadits

Barangsiapa mendapatkan kebaikan,
➡ hendaknya memuji Allah.

Barangsiapa mendapatkan keburukan,
➡ jangan menyalahkan kecuali dirinya sendiri.


🌟 Kesimpulan Besar Hadits Ini

Hadits ini mengajarkan:

  1. Allah Maha Adil

  2. Zalim adalah dosa besar

  3. Hak manusia sangat berat di akhirat

  4. Kita selalu butuh hidayah

  5. Semua rezeki dari Allah

  6. Allah Maha Pengampun

  7. Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan kita

  8. Semua amal akan dibalas dengan sempurna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADITS 5

HADITS 3