HADITS 22

 

Hadits ke-22 dari Al-Arba‘in An-Nawawiyyah

Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat yang mulia:

Jabir bin Abdullah al-Ansari radhiyallāhu ‘anhumā.

Beliau berkata:

Bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata:
“Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku, apabila aku mengerjakan shalat lima waktu yang diwajibkan, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, serta aku tidak menambah sedikit pun dari itu, apakah aku akan masuk surga?”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

“Na‘am.” — “Ya.”
(HR. Muslim ibn al-Hajjaj)


🌿 Siapakah Laki-Laki Itu?

Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa laki-laki tersebut bernama Nu‘man bin Qauqal (ada juga riwayat lain yang berbeda). Namun yang terpenting bukan namanya, melainkan pertanyaannya.

Ia bertanya dengan sangat sederhana dan jujur:

  • Jika saya hanya melaksanakan yang wajib,

  • Menjauhi yang haram,

  • Tidak menambah amalan sunnah,

apakah saya bisa masuk surga?

Pertanyaan ini sangat relevan bagi banyak kaum Muslimin.


🌟 Makna Pertanyaan dalam Hadits

Laki-laki itu menyebutkan empat hal:

  1. Shalat lima waktu yang wajib

  2. Puasa Ramadhan

  3. Menghalalkan yang halal

  4. Menjauhi yang haram

Ia tidak menyebut zakat dan haji secara khusus. Para ulama menjelaskan:

  • Bisa jadi zakat dan haji sudah termasuk dalam kategori “melaksanakan kewajiban”.

  • Atau saat itu kewajiban haji belum turun.

  • Atau yang dimaksud adalah seluruh kewajiban syariat.

Intinya: ia ingin hidup dengan menjalankan kewajiban saja.

Dan Rasulullah ﷺ menjawab: “Ya.”


🌴 Apakah Masuk Surga Tanpa Hisab?

Sebagian ulama menjelaskan bahwa maksudnya adalah:

  • Ia masuk surga tanpa disiksa,

  • Jika benar-benar menjaga kewajiban dan menjauhi yang haram,

  • Tanpa meremehkan syariat.

Namun perlu dipahami:

Masuk surga tidak berarti semua derajatnya sama.


🏔️ Surga Itu Bertingkat-Tingkat

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa penghuni surga memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Tingkatan terendah saja masih sangat luar biasa kenikmatannya.

Dalam riwayat lain disebutkan:

Penghuni surga yang paling rendah derajatnya diberi kenikmatan seperti dunia dan sepuluh kali lipatnya.

Artinya:

  • Sekadar melaksanakan yang wajib sudah cukup untuk masuk surga.

  • Tetapi derajatnya berbeda dengan orang yang banyak melakukan amalan sunnah.


🌸 Mengapa Amalan Sunnah Tetap Penting?

Walaupun hadits ini menunjukkan bahwa kewajiban sudah cukup untuk masuk surga, bukan berarti amalan sunnah tidak penting.

Para ulama seperti Ibn Hajar al-Haytami menjelaskan bahwa:

Amalan sunnah memiliki dua fungsi besar:

1️⃣ Menutup Kekurangan Ibadah Wajib

Tidak ada manusia yang sempurna dalam shalatnya:

  • Kurang khusyuk,

  • Kurang perhatian,

  • Lalai dalam bacaan.

Shalat sunnah berfungsi menutupi kekurangan tersebut.

Begitu pula:

  • Puasa sunnah menutupi kekurangan puasa wajib.

  • Sedekah sunnah menutupi kekurangan zakat.


2️⃣ Mendatangkan Cinta Allah

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

“Hamba-Ku tidaklah mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.”

Artinya:

  • Wajib adalah dasar keselamatan.

  • Sunnah adalah jalan menuju kecintaan Allah.


⚠️ Bahaya Meremehkan Sunnah

Jika seseorang tidak melakukan sunnah karena malas, itu kelemahan.

Namun jika ia meninggalkan sunnah karena meremehkan dan menghina syariat, maka itu berbahaya.

Meremehkan apa yang disyariatkan Allah bisa menyeret kepada kekufuran.

Karena itu:

  • Jika belum mampu melakukan sunnah, akui kelemahan diri.

  • Jangan pernah menganggap sunnah tidak penting.


💎 Hadits tentang Kamar-Kamar di Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar.”

Sahabat bertanya:

“Untuk siapa kamar-kamar itu, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

  • Untuk orang yang menyebarkan salam,

  • Memberi makan,

  • Berpuasa,

  • Shalat malam ketika manusia tidur.

Ini menunjukkan:

  • Amalan tambahan membawa derajat yang lebih tinggi.

  • Surga memiliki fasilitas sesuai dengan amal.


🌿 Kemudahan dalam Amalan Tambahan

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa:

  • Menebarkan salam: memberi salam ketika bertemu.

  • Memberi makan: termasuk memberi makan keluarga.

  • Puasa tambahan: cukup Ramadhan dan tiga hari setiap bulan.

  • Shalat malam: termasuk menjaga Isya dan Subuh berjamaah.

Artinya:
Allah tidak membebani dengan yang mustahil.
Amalan tambahan itu bisa dilakukan oleh siapa saja.


🌺 Anjuran Meminta Surga

Seorang Muslim seharusnya selalu meminta surga dan berlindung dari neraka.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa meminta surga kepada Allah tiga kali, maka surga berkata: ‘Ya Allah, masukkan dia ke dalamku.’
Dan barang siapa berlindung dari neraka tiga kali, maka neraka berkata: ‘Ya Allah, lindungilah dia dariku.’”

Doa yang diajarkan:

Allahumma inni as’aluka al-jannah wa a‘ūdzu bika min an-nār.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”

Ini menunjukkan:

  • Meminta surga adalah ibadah.

  • Mengharap akhirat lebih utama daripada sekadar meminta dunia.


🌅 Mana yang Lebih Baik?

Lebih baik:

  • Miskin di dunia tetapi masuk surga,
    daripada

  • Kaya di dunia tetapi masuk neraka.

Karena dunia sementara, sedangkan akhirat kekal.


📌 Kesimpulan Hadits ke-22

  1. Melaksanakan kewajiban dan menjauhi yang haram adalah jalan keselamatan.

  2. Itu cukup untuk masuk surga.

  3. Namun amalan sunnah:

    • Menutup kekurangan,

    • Meninggikan derajat,

    • Mendatangkan cinta Allah.

  4. Surga bertingkat-tingkat sesuai amal.

  5. Seorang Muslim hendaknya:

    • Menjaga yang wajib,

    • Tidak meremehkan sunnah,

    • Memohon surga dan berlindung dari neraka.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang:

  • Menjaga kewajiban,

  • Menghidupkan sunnah,

  • Dicintai Allah,

  • Dan dimasukkan ke dalam surga-Nya tanpa hisab.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADITS 5

HADITS 3