HADITS 19
Hadits ke-19 dari Arba‘in An-Nawawi
Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat yang mulia:
Abdullah ibn Abbas radhiyallāhu ‘anhumā
Beliau adalah sepupu Rasulullah ﷺ, putra dari Al-‘Abbas bin Abdul Muththalib. Ibnu Abbas dikenal sebagai turjumanul Qur’an (ahli tafsir Al-Qur’an) karena keluasan ilmunya.
Saat meriwayatkan hadits ini, usia beliau masih sangat muda, belum genap 10 tahun.
🐪 Peristiwa Hadits
Ibnu Abbas berkata:
“Suatu hari aku berada di belakang Nabi ﷺ (membonceng di atas tunggangan beliau). Lalu Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku:
‘Wahai anak kecil (Yā Ghulām), sungguh aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat…’”
Kata “Yā Ghulām” adalah panggilan lembut untuk anak kecil yang belum baligh. Ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ memperhatikan pendidikan anak sejak dini.
🌟 Isi Wasiat Rasulullah ﷺ
Berikut adalah nasihat agung Nabi ﷺ kepada Ibnu Abbas:
1️⃣ “Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.”
Maknanya bukan menjaga Allah secara fisik — karena Allah Maha Terjaga — tetapi:
➡ Jagalah perintah-perintah Allah.
➡ Jagalah larangan-larangan Allah.
➡ Peliharalah hukum-hukum-Nya.
Jika kita menjaga agama Allah, maka Allah akan menjaga kita.
📌 Apa Saja yang Harus Dijaga?
🔹 A. Menjaga Shalat Lima Waktu
Allah berfirman agar kita memelihara shalat, terutama shalat lima waktu.
Menjaga shalat berarti:
-
Tidak meninggalkannya
-
Tidak mengurangi jumlahnya
-
Tidak mengerjakannya di luar waktunya tanpa uzur
-
Menjaganya dalam safar maupun mukim
Dalam perjalanan, shalat tetap wajib:
-
Bisa diqashar (diringkas)
-
Bisa dijamak (digabung)
-
Bisa duduk jika tidak mampu berdiri
Tetapi tidak boleh ditinggalkan.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menjaga shalat lima waktu, maka ia mendapat jaminan masuk surga.
🔹 B. Menjaga Pandangan dan Kemaluan
Allah memerintahkan orang beriman untuk:
-
Menundukkan pandangan dari yang haram
-
Menjaga kemaluan dari perbuatan zina dan penyimpangan
Menjaga kemaluan dimulai dengan menjaga mata. Karena pandangan adalah pintu awal menuju maksiat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya surga.”
🔹 C. Menjaga Sumpah
Jika seseorang bersumpah atas nama Allah, maka ia harus menjaganya.
Melanggar sumpah tanpa alasan syar’i adalah dosa besar.
Namun jika membatalkan sumpah demi kebaikan yang lebih besar, maka wajib membayar kafarat:
-
Memberi makan 10 orang miskin
-
Atau memberi pakaian 10 orang miskin
-
Jika tidak mampu, puasa 3 hari
Terutama bagi pejabat atau pegawai yang bersumpah atas nama Allah, hendaknya benar-benar menunaikan amanah.
Contoh teladan adalah:
Umar ibn al-Khattab
Beliau berkata:
“Seandainya seekor kambing mati kelaparan di Irak, aku takut Allah akan menuntut pertanggungjawabanku.”
Inilah bentuk menjaga amanah.
🌿 Jika Kita Menjaga Allah…
Maka Allah akan menjaga:
-
Iman kita
-
Keluarga kita
-
Anak-anak kita
-
Harta kita
-
Kehidupan kita
Allah menjaga agar nikmat tidak merusak iman.
📖 Hadits Qudsi Tentang Pemeliharaan Allah
Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman:
Sebagian hamba-Ku tidak baik imannya kecuali dalam keadaan miskin. Jika Aku kayakan, rusak imannya.
Sebagian hamba-Ku tidak baik imannya kecuali dalam keadaan kaya. Jika Aku miskinkan, rusak imannya.
Sebagian hamba-Ku tidak baik imannya kecuali dalam keadaan sakit.
Sebagian tidak baik kecuali dalam keadaan sehat.
Artinya:
Allah paling tahu kondisi terbaik bagi iman hamba-Nya.
2️⃣ “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.”
Maksudnya:
Allah akan selalu menolong, membimbing, dan memberi ketenangan dalam hidup kita.
Ini adalah buah dari takwa.
3️⃣ “Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah.”
Segala permintaan hakikatnya harus ditujukan kepada Allah.
Ada dua jenis permintaan:
🔹 A. Permintaan yang hanya boleh kepada Allah
-
Meminta hidayah
-
Meminta ampunan
-
Meminta kebahagiaan dunia akhirat
-
Meminta keselamatan iman
Meminta hal-hal ini kepada selain Allah adalah syirik.
🔹 B. Permintaan kepada makhluk sebagai sebab
Contoh:
-
Meminta dokter mengobati
-
Meminta bantuan mengangkat barang
Tetapi hati tetap bergantung kepada Allah, bukan kepada makhluk.
4️⃣ “Jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah.”
Allah mengajarkan dalam Surah Al-Fatihah:
“Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”
Doa lebih cepat dikabulkan jika didahului ibadah:
-
Shalat
-
Sedekah
-
Dzikir
5️⃣ Keyakinan Tentang Takdir
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ketahuilah, jika seluruh umat berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu kecuali dengan apa yang telah Allah tetapkan bagimu.”
“Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu kecuali dengan apa yang telah Allah tetapkan.”
Kemudian Nabi bersabda:
“Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”
Artinya: takdir telah ditetapkan.
⚖️ Tawakal dan Ikhtiar
Hadits ini mengajarkan tawakal.
Namun tawakal bukan berarti meninggalkan usaha.
Kita tetap:
-
Bekerja
-
Berdagang
-
Bertani
-
Berobat
Tetapi hati tidak bergantung kepada usaha itu.
Jika kita meyakini usaha memberi hasil secara mutlak, itu keliru. Usaha hanyalah sebab. Yang menentukan hasil adalah Allah.
Contoh:
Minum obat bukan yang menyembuhkan. Allah yang menyembuhkan. Obat hanya sebab.
🌟 Kesimpulan Wasiat Nabi ﷺ
Ada tujuh pokok ajaran dalam hadits ini:
-
Jagalah agama Allah.
-
Allah akan menjaga hidup dan imanmu.
-
Allah akan selalu menolongmu.
-
Mintalah hanya kepada Allah.
-
Mohon pertolongan hanya kepada Allah.
-
Yakini bahwa manfaat dan mudarat sudah ditetapkan Allah.
-
Kuatkan tawakal dalam hati melebihi ikhtiar.
✨ Penutup
Bayangkan…
Nasihat sebesar ini disampaikan kepada anak kecil yang belum genap 10 tahun.
Ini menunjukkan pentingnya menanamkan tauhid, tawakal, dan takwa sejak usia dini.
Semoga kita mampu mengamalkan wasiat agung Rasulullah ﷺ ini dalam kehidupan kita.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Komentar
Posting Komentar