HADITS 18

 

Hadits ke-18 dari Arba‘in An-Nawawi

Hadits ini diriwayatkan oleh dua sahabat mulia, yaitu:

  • Abu Dharr al-Ghifari

  • Mu'adh ibn Jabal

Radhiyallāhu ‘anhumā, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ،
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا،
وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.
Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya ia akan menghapusnya.
Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

(HR. Al-Tirmidhi)


Gambaran Umum Hadits

Dalam hadits ke-18 ini, Rasulullah ﷺ merangkum seluruh kehidupan seorang Muslim dalam tiga prinsip besar:

  1. Hak Allah → Bertakwa kepada-Nya

  2. Hak diri sendiri → Segera menutup dosa dengan kebaikan

  3. Hak sesama manusia → Berakhlak mulia

Tiga kalimat pendek, tetapi mencakup seluruh dimensi kehidupan: hubungan dengan Allah, hubungan dengan diri, dan hubungan dengan manusia.


1️⃣ Hak Allah: “Ittaqillāha ḥaitsuma kunta”

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.”

Takwa adalah fondasi utama agama. Perintah ini berlaku:

  • Saat senang maupun susah

  • Saat kaya maupun miskin

  • Saat sehat maupun sakit

  • Saat sendiri maupun di tengah manusia

  • Saat menjadi rakyat biasa maupun pejabat

Takwa bukan musiman. Takwa bukan hanya ketika di masjid. Takwa adalah karakter hidup.


Apa Makna Takwa?

Para ulama menjelaskan:

Takwa adalah menjadikan antara diri kita dan azab Allah sebuah perisai.

Bagaimana cara membuat perisai itu?

  • Dengan melaksanakan perintah Allah

  • Dengan meninggalkan larangan Allah

Jika dua hal ini kita jaga, berarti kita telah membangun dinding pelindung dari murka Allah.


🌿 Faidah dan Keutamaan Takwa

Al-Qur’an dan Sunnah sangat banyak menyebutkan keutamaan takwa. Di antaranya:


1. Mendapat Cinta Allah

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 76:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.”

Jika Allah mencintai seseorang:

  • Hidupnya diberkahi

  • Dosanya diampuni

  • Akhir hidupnya baik


2. Amal Diterima

Allah berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.”

Artinya, sebanyak apa pun ibadah seseorang, jika tidak disertai takwa, bisa tertolak.

Contoh:

  • Makanan dari harta haram

  • Pakaian dari hasil yang tidak halal

  • Hati yang dipenuhi maksiat

Semua itu dapat menghalangi diterimanya amal.

Maka sebelum memperbanyak ibadah, perbaiki dahulu takwa.


3. Dilindungi dari Musuh dan Tipu Daya

Allah berfirman (Ali Imran: 120):

Jika kalian bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan membahayakan kalian sedikit pun.

Orang bertakwa selalu dalam penjagaan Allah.


4. Diberi Jalan Keluar dan Rezeki Tak Terduga

Allah berfirman (At-Thalaq: 2-3):

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Orang bertakwa mungkin diuji, tetapi tidak pernah ditelantarkan.


5. Mendapat Kabar Gembira Saat Sakaratul Maut

Allah berfirman (Yunus: 64):

“Bagi mereka kabar gembira dalam kehidupan dunia dan akhirat.”

Orang bertakwa tidak panik menghadapi kematian, karena ia dijemput dengan kabar rahmat.


6. Diselamatkan dari Neraka

Allah berfirman (Maryam: 72):

“Kemudian Kami selamatkan orang-orang yang bertakwa.”


7. Dijamin Surga

Surga disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.


2️⃣ Hak Diri: “Wa atbi‘is-sayyi’atal-ḥasanata tamḥuhā”

“Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia menghapusnya.”

Manusia pasti pernah berdosa. Tetapi Islam memberi solusi:
Jangan biarkan dosa menetap. Segera tutup dengan kebaikan.


Jenis Dosa

🔹 1. Dosa Besar (Kabā’ir)

Seperti:

  • Syirik

  • Durhaka kepada orang tua

  • Zina

  • Riba

  • Membunuh tanpa hak

Dosa besar tidak bisa dihapus kecuali dengan taubat yang sungguh-sungguh.


🔹 2. Dosa Kecil (Shaghā’ir)

Seperti:

  • Pandangan yang tidak dijaga

  • Lalai sesaat

  • Rasa ridha terhadap kemaksiatan kecil

Dosa kecil dapat dihapus dengan:

  • Istighfar

  • Shalat

  • Sedekah

  • Dzikir

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa membaca ‘Subhanallāhi wa biḥamdih’ 100 kali sehari, dihapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”

Namun yang dihapus adalah dosa kecil, bukan dosa besar tanpa taubat.


3️⃣ Hak Manusia: “Wa khāliqin-nāsa bikhuluqin ḥasan”

“Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

Inilah penyempurna iman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik bisa mencapai derajat orang yang rajin puasa dan shalat malam.”

Artinya:
Akhlak bisa mengangkat derajat seseorang sangat tinggi.


Contoh Akhlak Mulia

✔ Pemurah (Dermawan)

Kikir bukan sifat orang beriman.

✔ Tidak menyakiti orang lain

Baik dengan lisan maupun perbuatan.

✔ Sabar menghadapi gangguan

Tidak membalas dengan keburukan.


Kisah Teladan

Dikisahkan seorang laki-laki ingin mengadu kepada Umar ibn al-Khattab tentang istrinya yang keras perangainya.

Ketika sampai di rumah Umar, ia mendengar istri Umar sendiri sedang berbicara keras kepada beliau. Namun Umar diam dan tidak membalas.

Ketika ditanya, Umar menjawab:

“Istriku memasakkan makananku, mencuci pakaianku, menyusui anakku — padahal itu tidak wajib baginya. Maka jika ia marah sesekali, aku sabar.”

Inilah akhlak yang tinggi.


Penutup

Hadits ke-18 ini merangkum seluruh agama dalam tiga kalimat:

  1. Takwa kepada Allah di segala keadaan.

  2. Segera hapus dosa dengan kebaikan.

  3. Berakhlak baik kepada manusia.

Jika tiga hal ini kita jaga, maka:

  • Hubungan kita dengan Allah baik,

  • Jiwa kita bersih dari dosa,

  • Hubungan sosial kita harmonis.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan muttaqīn, orang-orang yang bertakwa, gemar bertaubat, dan berakhlak mulia.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADITS 5

HADITS 3