HADITS 15

 

Hadits ke-15 dari Arba’in An-Nawawi

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Muhammad ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ،
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ،
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.
Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.
Dan barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”

(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)


Penjelasan Hadits

Dalam hadits ke-15 ini, Rasulullah ﷺ menyebutkan tiga tanda kesempurnaan iman yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Menjaga lisan

  2. Memuliakan tetangga

  3. Memuliakan tamu

Ketiganya tampak sederhana, tetapi memiliki dampak besar bagi keselamatan dunia dan akhirat.


1️⃣ Berkata Baik atau Diam

Makna “Berkata Baik”

Berkata baik artinya:

  • Perkataan yang membawa manfaat

  • Mengandung kebaikan

  • Mendatangkan pahala

  • Tidak menyakiti orang lain

Contohnya:

  • Dzikir kepada Allah

  • Membaca Al-Qur’an

  • Shalawat kepada Nabi

  • Memberi nasihat

  • Mengajarkan ilmu

  • Mendamaikan orang yang bertikai

Jika tidak mampu berkata baik, maka diam lebih selamat.


Empat Jenis Perkataan (Menurut Ulama)

Para ulama membagi perkataan menjadi empat:

1. Perkataan yang murni mudarat

Seperti:

  • Dusta

  • Ghibah

  • Fitnah

  • Adu domba

➡ Ini jelas haram dan wajib ditinggalkan.


2. Perkataan yang murni bermanfaat

Seperti:

  • Dzikir

  • Ilmu

  • Nasihat

  • Amar ma’ruf nahi munkar

➡ Ini diperintahkan untuk diucapkan.


3. Perkataan yang ada manfaat dan mudaratnya

Contohnya:

  • Memuji seseorang

Memuji bisa menyenangkan, tetapi bisa juga membuat orang menjadi sombong.
➡ Dalam kondisi seperti ini, diam lebih aman kecuali benar-benar diperlukan.


4. Perkataan yang tidak ada manfaat dan tidak ada mudarat

Seperti:

  • Obrolan kosong

  • Cerita berlebihan tanpa tujuan

➡ Walaupun tidak berdosa, terlalu banyak bicara seperti ini bisa mengeraskan hati.


Bahaya Banyak Bicara

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa banyak berbicara selain dzikir kepada Allah dapat menyebabkan hati menjadi keras.

Tanda hati yang keras:

  • Tidak tersentuh ketika mendengar Al-Qur’an

  • Tidak menyesal atas dosa

  • Tidak menangis ketika mengingat kesalahan

  • Tidak tersentuh oleh nasihat

Hati yang keras adalah salah satu sebab jauhnya seseorang dari rahmat Allah.


Kisah: Amalan Masuk Surga

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

“Wahai Rasulullah, ajarkan aku amalan yang memasukkan aku ke surga.”

Beliau menjawab:

  • Beri makan orang lapar

  • Beri minum orang haus

  • Laksanakan amar ma’ruf nahi munkar

Lalu beliau menambahkan:
Jika tidak mampu melakukan itu semua, maka tahanlah lisanmu dari keburukan.

Menahan lisan ternyata pahalanya sangat besar, bahkan bisa menyamai amalan-amalan besar lainnya.


2️⃣ Memuliakan Tetangga

Tetangga dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Siapa yang termasuk tetangga?

Ulama menjelaskan:

  1. Orang yang tinggal serumah (suami/istri)

  2. Rumah yang berdampingan

  3. Sekitar 40 rumah ke depan, belakang, kanan, kiri


Hak-hak Tetangga

Di antara hak tetangga:

  • Jika ia meminta tolong → tolonglah

  • Jika ia berhutang → bantu

  • Jika sakit → jenguk

  • Jika mendapat musibah → hibur

  • Jika mendapat nikmat → ikut bergembira

  • Jika meninggal → ikut mengantar jenazah

  • Jangan mengganggu

  • Jangan menyakiti

  • Jangan membangun rumah sehingga menghalangi udara/cahaya tanpa izinnya

  • Jika memasak makanan → berilah ia sebagian

Bahkan tetangga non-Muslim pun tetap memiliki hak untuk dihormati.


Ancaman bagi yang Mengganggu Tetangga

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman!”

Para sahabat bertanya: “Siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

“Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.”

Ini menunjukkan bahwa menyakiti tetangga adalah tanda lemahnya iman.


Kisah Wanita Ahli Ibadah

Para sahabat menceritakan tentang seorang wanita yang:

  • Rajin puasa

  • Rajin shalat malam

Namun ia menyakiti tetangganya dengan lisannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dia di neraka.”

Ibadah yang banyak tidak berguna jika menyakiti orang lain.


3️⃣ Memuliakan Tamu

Memuliakan tamu termasuk tanda iman.

Cara Memuliakan Tamu

  • Menyambut dengan wajah ceria

  • Berkata baik

  • Menyediakan tempat duduk

  • Menghidangkan makanan

  • Melayani dengan hormat

Berapa Lama?

Mayoritas ulama (Al-Shafi'i, Abu Hanifa, Malik ibn Anas) mengatakan hukumnya sunnah muakkadah.

Sedangkan Ahmad ibn Hanbal berpendapat hukumnya wajib selama tiga hari.

Hari pertama adalah jamuan utama.
Hari kedua dan ketiga adalah pelayanan biasa.
Lebih dari itu dihitung sebagai sedekah.


Kesimpulan Besar Hadits

Hadits ini mengajarkan bahwa kesempurnaan iman tampak pada:

✔ Lisan yang terjaga

✔ Hubungan baik dengan tetangga

✔ Sikap hormat kepada tamu

Islam bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga akhlak sosial.

Orang yang:

  • Rajin shalat

  • Rajin puasa

Tetapi:

  • Lisannya menyakiti

  • Tetangganya terganggu

  • Tamu tidak dihormati

Maka imannya belum sempurna.


Penutup

Hadits ini adalah pedoman hidup bermasyarakat:

👉 Jaga lisan
👉 Hormati tetangga
👉 Muliakan tamu

Semoga Allah melembutkan hati kita, menjaga lisan kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang sempurna imannya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADITS 5

HADITS 3