HADITS 10
Hadits ke-10
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Thayyib (Maha Baik dan Maha Suci) dan tidak menerima kecuali yang thayyib (yang baik dan halal).”
1. Makna Allah Itu Thayyib
Kata Thayyib berarti:
Maha Suci
Maha Bersih
Terbebas dari segala kekurangan dan cela
Allah tidak boleh disifati dengan sifat yang tidak layak, seperti:
Zalim
Tidak adil
Kejam
Kurang bijaksana
Sering kali ketika kita tidak memahami hikmah di balik hukum Allah, muncul dalam hati anggapan seolah-olah hukum Allah itu kejam atau tidak adil. Padahal, anggapan seperti itu menunjukkan bahwa kita belum memahami rahasia dan hikmah syariat.
Karena itu, kita diperintahkan untuk mempelajari hukum-hukum Allah dan mencari hikmah yang terkandung di dalamnya.
Segala yang diputuskan Allah adalah yang terbaik untuk hamba-Nya.
2. Allah Tidak Menerima Kecuali yang Suci
Karena Allah Maha Suci, maka Dia tidak menerima kecuali sesuatu yang suci.
Allah tidak menerima:
Harta yang haram
Amal yang tidak ikhlas
Ibadah yang bercampur riya
Amal yang bercampur ujub dan sum’ah
Walaupun amal itu banyak, jika tidak bersih niatnya dan tidak suci sumbernya, maka tidak diterima oleh Allah.
Agar amal diterima, maka:
Niat harus bersih
Pelakunya harus menjaga diri
Makanan dan penghasilannya harus halal
3. Sedekah dari Harta Haram
Para ulama menjelaskan bahwa Allah tidak menerima sedekah dari harta yang haram.
Jika seseorang memperoleh harta secara haram, lalu ia sedekahkan, maka:
Ia tidak mendapat pahala
Justru ia menanggung dosa
Karena ia menyedekahkan sesuatu yang bukan haknya.
Jika Memiliki Harta Haram
Jika tahu pemiliknya → wajib dikembalikan.
Jika tidak tahu pemiliknya → disalurkan untuk kemaslahatan umum kaum muslimin dengan niat melepaskan tanggungan, bukan niat sedekah.
Tidak boleh diniatkan sebagai sedekah atau wakaf untuk mencari pahala, karena itu bukan miliknya.
4. Perintah Makan yang Halal
Allah berfirman:
“Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik (halal) dan beramallah saleh.”
Susunan ayat ini mengandung makna bahwa sebelum seseorang mampu beramal saleh, ia membutuhkan kekuatan. Dan kekuatan itu berasal dari makanan yang halal.
Jika makanan berasal dari yang haram, maka amal saleh terancam tidak diterima.
Allah juga berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang halal yang Kami berikan kepada kalian, dan bersyukurlah kepada Allah.”
Menurut Ahlussunnah wal Jamaah, rezeki bisa halal dan bisa haram. Karena itu, ketika kita berdoa, hendaknya kita meminta rezeki yang halal.
Makan yang halal adalah nikmat, dan setiap nikmat wajib disyukuri.
5. Doa yang Tidak Dikabulkan Karena Makanan Haram
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang lelaki yang:
Dalam perjalanan jauh
Berdebu dan kusut
Mengangkat tangan ke langit
Berdoa, “Ya Rabb, Ya Rabb.”
Namun:
Makanannya haram
Minumannya haram
Pakaiannya haram
Tumbuh dari yang haram
Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?
Ini menunjukkan bahwa makanan haram menjadi penghalang terkabulnya doa.
6. Satu Suap yang Haram
Disebutkan dalam hadits bahwa seseorang yang memasukkan satu suap makanan haram ke dalam perutnya, maka amalnya tidak diterima selama 40 hari, baik amal wajib maupun sunnah.
Betapa berat akibat satu suap yang haram.
7. Cara Mendapatkan Rezeki yang Halal
Para ulama menjelaskan tiga syarat utama:
1. Ilmu
Setiap orang yang bekerja wajib mempelajari hukum terkait pekerjaannya. Pedagang harus tahu hukum jual beli, syarat dan rukun akad, agar tidak terjatuh ke dalam yang haram.
2. Ikhtiar dan Kehati-hatian
Berhati-hati dalam usaha, menjauhi penipuan, riba, dan kecurangan.
3. Doa
Memohon kepada Allah agar diberikan rezeki yang halal.
Jika ketiga hal ini terpenuhi — ilmu, kehati-hatian, dan doa — maka insya Allah rezeki yang diperoleh akan halal dan membawa keberkahan.
Penutup
Harta yang halal adalah fondasi ibadah.
Sebelum kita memperbanyak ibadah, perhatikanlah:
Apa yang kita makan
Apa yang kita pakai
Dari mana sumber penghasilan kita
Semoga Allah menjaga kita dari rezeki yang haram dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar